
Pertobatan membawa kita pada kekudusan,apa hubungannya?Tentunya kita sebagai manusia tidak mengelak bahwa kita berdosa.Kekudusan yang Tuhan anugerahkan pada kita sedikit demi sedikit mulai luntur,bagai bola lampu bercahaya terang yang ditutup.sungguh disayangkan.mengapa itu terjadi?Jawabannya adalah adakah pertobatan dalam diri kita.Kita semakin terjerumus pada kenikmatan dalam memenuhi ego kita,kita lupa akan misi kita bahkan lupa siapa kita sebenarnya kita.Kita menciptakan tembok dengan Tuhan.
Mari sejenak kita refleksikan,kita diciptakan serupa dengan Allah.Begitu kudus kita ini,namun karna dosa dosa yang kita perbuat maka terhambatlah karya karya Tuhan yang seharusnya terjalani melalui kita manusia.Sangat disayangkan.Lalu apa solusinya sebagai orang katolik?Sakramen Tobat/pengakuan dosa dan menjalani petobatan tersebut.Didalam Katekismus Gereja Katolik bab ll/Xl/1496,bahwa buah buah rohani dari sakramen pengakuan ialah:
-Perdamaian dengan Allah yang olehnya pendosa mendapat kembali rahmat.
-Perdamaian dengan Gereja.
-Pembebasan dari siksa abadi,yang orang terima karena dosa berat.
-Pembebasan paling sedikit sebagian dari siksa sementara,yang diakibatkan oleh dosa.
-Perdamaian dan ketenangan hati nurani dan hiburan rohani.
-Pertumbuhan kekuatan rohani untuk perjuangan Kristen
Nah tentunya bagaimana kita mau menjalani tugas kudus yang diberikan Tuhan pada kita bila kita masih dalam lingkaran dosa yang membawa kita pada kebinasaan.Percayalah,pertobatan yang sempurna membawa kita pada kehidupan kudus yang indah,mata hati kita terbuka lebar melihat kasih Tuhan dimana mana,hidup kita lebih berarti dan kita siap menjadi tetangNya bagi dunia.Pengorbanan Yesus di kayu salib menjadikan pintu gerbang kita kembali pada kekudusan Tuhan melalui pertobatan.Mari kita menjalani hidup kudus penuh pertobatan dan percaya kita disempurnakan selalu olehNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar