
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap tiap hari dalam bait Allah.Mereka memecahkan roti di rumah mereka masing masing secara bergilir dan makan bersama sama dengan gembira dan tulus hati.Sambil memuji Allah dan mereka disukai semua orang dan tiap tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (kis 2:46-47)
Bacaan diatas menggambarkan cara hidup jemaat pertama.Saat ini terkadang kita lupa untuk menyerupai cara hidup jemaat pertama.Mungkin kita masih berkumpul mungkin sering kali tanpa disertai dengan kesatuan hati.Kita berkomunitas seringkali bukan lagi sebagai suatu kebutuhan,tapi hanya sebuah rutinitas.Kita saling berbagi namun acapkali tanpa disertai ketulusan,kalaupun ada,kita hanya memiliki ketulusan untuk orang orang yang menyenangkan hati kita.Kita masih memuji Allah,namun kesombongan sering membuat kitapun lupa akan segala sesuatu yang boleh kita miliki adalah buah kasih karunianya,sehingga kita kitamulai menganggap diri kita yang paling benar.Karenanyakita mulai berselisih satu sama lain,mulai saling menghakimi,bahkan tak jarang tanpa kita sadari kitapun menjadi batu sandungan buat saudara kita yang lain.
Saat ini kita mau mencoba merenungkan bagaimana cara hidup jemaat pertama dahulu.Kita bayangkan betapa hangatnya kasih persaudaraan diantara mereka,bagaimana mungkin mereka bisa saling berbagijika tanpa disertai oleh kasih.Bagaimana mungkin mereka bisa selalu gembira dan tulus hati sambil memuji Allah kalau mereka sendiri tidak menyadari kasih karunia Allah.Karenanya biarlah pelayanan kita selalu dilandasi oleh kasih dengan segala kerelaan dan dengan sdgala yang kita miliki.Kita sendiri telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus,bahwa Ia yang olehkarena kita menjadi miskin,sekalipun Ia kaya,supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya.
Melayani berarti memiliki ketulusan untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak mau kita lakukan,juga berarti tetap bertekun terhadap segala sesuatu yang harus kita lakukan,juga berarti berani mengasihi tanpa memilih.Melayani berarti me''nol''kan diri kita dan menomorsatukan Allah melalui kasih kita kepada saudara saudara ktia yang lain,juga berarti membiarkan diri dibentuk olehNya.
Karenanya sekali lagi semua yang kita punya hanyalah kasih karunia,biarlah pelayanan yang kita berikan adalah pelayanan kasih bukan sekedar rutinitas.Biarlah pelayanan kita disertai kerinduan untuk mengasihiNya dan tentunya didalam setiap pelayanan kita hanya berpusat bagi kemuliaanNya saja.Sebab ada tertulis karena itu yang penting bukanlah yang menanam maupun yang menyiram tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan.Karena,baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama dan masing masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.Jika setiap pelayanan memiliki hati sebagai hamba niscaya tiap tiap hari Tuhan menambah jumlah kita dengan orang yang diselamatkan seperti yang terjadi pada jemaat pertama waktu dahulu.
Oleh:M Fransiska CM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar